__temp__ __location__
Semakmur Banner
`
PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp200 Triliun, Fokus Anggaran 2026 untuk Listrik Gratis dan Energi Rakyat

Bahlil Gaspol! Listrik Gratis, Jargas, dan PLTS Masuk Prioritas Anggaran ESDM 2026

PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp200 Triliun, Fokus Anggaran 2026 untuk Listrik Gratis dan Energi Rakyat

Kementerian ESDM mencatat PNBP Rp200 triliun hingga November 2025. Fokus anggaran 2026 diarahkan ke listrik gratis, jargas, PLTS, dan infrastruktur energi rakyat.

MADANIKA.ID Jakarta– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan capaian luar biasa dalam kinerja fiskal tahun 2025. Hingga 10 November 2025, setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp200,66 triliun, atau setara 78,74% dari target APBN 2025 sebesar Rp254,83 triliun.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (11/11/2025). Ia optimistis target akhir tahun akan tercapai, bahkan berpeluang melampaui, meskipun tren harga komoditas global sedang menurun.

"Insya Allah target PNBP bisa tercapai sampai 31 Desember, mudah-mudahan bisa lebih. Sekalipun kita tahu bahwa harga komoditas sekarang lagi turun," kata Bahlil.

Kinerja Migas Naik, Penyerapan Anggaran Siap Digenjot Akhir Tahun

Sektor migas juga menunjukkan kinerja positif, dengan produksi minyak (termasuk kondensat) naik 4,94% menjadi 605,5 ribu barel per hari dibandingkan periode Januari–Oktober 2024.

Adapun penyerapan anggaran Kementerian ESDM per 10 November 2025 baru mencapai 31,12% dari total pagu Rp14,1 triliun (termasuk anggaran tambahan/ABT). Namun, Bahlil menyebut bahwa penyerapan akan dipercepat di akhir tahun, dengan prognosa mencapai 91,68% pada 31 Desember.

"Anggaran tambahan di bulan Agustus digunakan untuk program strategis seperti listrik desa, pipa gas, hingga bantuan listrik gratis (BPBL) dan jaringan gas (jargas)," jelasnya.

Fokus 2026: Listrik Gratis, Jargas, dan Energi Baru Terbarukan

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah telah mengalokasikan Rp10,12 triliun untuk Kementerian ESDM. Lebih dari separuhnya atau Rp6,56 triliun (64,8%) difokuskan untuk program strategis pro-rakyat, seperti:

  • BPBL untuk 250.000 rumah tangga

  • Jargas rumah tangga

  • PLTS untuk 60 lokasi dan 100 unit pompa air pertanian

  • PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro)

  • Konverter kit untuk petani

Ditjen Migas mendapatkan alokasi terbesar sebesar Rp4,02 triliun, termasuk untuk proyek Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei dan Cirebon–Semarang Tahap II.

Detail Anggaran Tiap Subsektor Energi 2026

Unit Eselon IAlokasi Anggaran 2026Fokus Program
Ditjen MigasRp4.022,98 miliarProyek pipa gas, jargas rumah tangga, desain pipa transmisi
Ditjen KetenagalistrikanRp1.731,74 miliarBPBL untuk 250.000 rumah tangga, Infrastruktur Lisdes di 372 lokasi
Ditjen EBTKERp880,47 miliar60 unit PLTS, 100 PLTS pompa air pertanian, PLTMH
Badan GeologiRp796,29 miliarPembangunan Kapal Geomarin V, mitigasi bencana geologi

Pemerintah Komit Penuhi Energi dan Keadilan Sosial

Bahlil menegaskan bahwa arah kebijakan energi tahun 2026 bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah ingin memastikan energi menjadi pendorong keadilan sosial: mulai dari listrik gratis, akses gas bersih, hingga energi terbarukan untuk pertanian.

Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri
Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam