Admin Madanika
Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.
Survei LSI, SMRC, dan Indikator Politik Indonesia menunjukkan 66,4 persen publik Indonesia tidak yakin Iran membunuh warganya sendiri.
MADANIKA.ID, Jakarta — Mayoritas masyarakat Indonesia tidak yakin bahwa pemerintah Iran telah membunuh warganya sendiri. Hal ini terungkap dalam survei opini publik nasional bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang AS-Israel dengan Iran” yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 66,4 persen responden menyatakan tidak atau sangat tidak yakin bahwa pemerintah Iran telah membunuh ribuan warganya sendiri karena tidak setuju dengan pemerintah.
Temuan ini dipresentasikan oleh Djayadi Hanan, Deni Irvani, dan Burhanuddin Muhtadi pada 2 April 2026 di Hotel Sari Pacific Jakarta.
Dalam hasil survei tersebut, hanya 11,4 persen responden yang menyatakan yakin bahwa pemerintah Iran telah membunuh rakyatnya sendiri.
Sementara itu, 16,9 persen responden berada pada posisi antara yakin dan tidak yakin, serta 5,3 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia dewasa berusia 17 tahun ke atas atau yang telah menikah dan memiliki telepon seluler.
“Populasi survei ini adalah semua warga negara Indonesia dewasa, berumur 17 tahun atau lebih atau telah menikah, yang memiliki cellphone, sekitar 80% dari populasi Indonesia.”
Ia menjelaskan bahwa pemilihan populasi berbasis kepemilikan telepon seluler dilakukan karena kelompok ini dinilai lebih terpapar informasi terkait konflik internasional melalui berbagai media.
“Karena opini tentang perang tersebut sangat erat kaitannya dengan berita dari berbagai sumber dan dapat diakses lewat internet atau media lain, maka populasi yang memiliki telepon ini diperkirakan lebih terpapar pada berita tentang perang ini dibanding yang tak punya telepon dan tak bisa mengakses berita perang tersebut lewat berbagai berita di berbagai media.”
Untuk memastikan representasi nasional, dilakukan pembobotan sampel berdasarkan karakteristik populasi Indonesia usia 17 tahun ke atas.
Survei ini dilaksanakan pada 12 hingga 31 Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 1.066 responden.
“Jumlah ini cukup stabil dalam dua kali margin of error (6%).”
Survei ini merupakan hasil kerja sama tiga lembaga survei nasional, yakni LSI, Indikator Politik Indonesia, dan SMRC.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa persepsi publik Indonesia terhadap konflik global, khususnya terkait Iran, dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan terhadap informasi yang beredar di media.
Temuan ini juga menjadi indikator penting dalam membaca opini publik nasional terhadap isu geopolitik internasional yang semakin kompleks.
Ikuti Kami