__temp__ __location__
`
Arief Rosyid Ajak Orang Muda Kaltim Jadi Pemain di Sektor Ekonomi dan Politik

Arief Rosyid Hasan Waketum DPP AMPI

Arief Rosyid Ajak Orang Muda Kaltim Jadi Pemain di Sektor Ekonomi dan Politik

Arief Rosyid Hasan mengajak orang muda Kaltim berhenti jadi penonton dan mengambil peran dalam ekonomi, politik, energi, IKN, serta pembangunan nasional.

MADANIKA.ID, Samarinda — Ketua Umum PB HMI 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Menurutnya, posisi strategis Kalimantan Timur sebagai pusat energi nasional dan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemain utama dalam proses pembangunan, ekonomi, dan politik.

“Kalimantan Timur bukan daerah pinggiran. Kaltim adalah salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Karena itu, orang muda Kaltim harus berhenti menjadi penonton yang hanya melihat perubahan dari kejauhan. Sudah waktunya menjadi pemain yang ikut menentukan arah kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” ujar Arief saat menghadiri silaturrahim di Samarinda.

Kaltim Dinilai Punya Posisi Strategis Nasional

Arief menilai Kalimantan Timur memiliki posisi penting dalam agenda pembangunan nasional, terutama karena menjadi daerah penyangga utama sektor energi dan sumber daya mineral Indonesia.

Ia menegaskan, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi anak muda Kaltim untuk memperkuat kapasitas, jaringan, dan kepemimpinan di berbagai sektor.

“Kita tidak boleh hanya mendapatkan remah-remah dari kekayaan yang ada di tanah sendiri. Orang muda Kaltim harus masuk ke gelanggang, menjadi pengambil keputusan, menjadi pengusaha, menjadi pemimpin, dan menjadi bagian dari solusi. Kaltim membutuhkan generasi yang berani menjadi pemain,” ujarnya.

Menurut Arief, generasi muda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Sebaliknya, mereka harus menjadi subjek yang aktif mengambil peran dalam dunia usaha, politik, birokrasi, maupun ruang pengabdian publik lainnya.

Tegaskan Amanah Pasal 33 UUD 1945

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyinggung arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan amanah konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.

Pasal tersebut menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi. Ia adalah mandat perjuangan. Presiden Prabowo sedang berikhtiar memastikan kekayaan alam Indonesia tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat,” katanya.

Arief menilai, dalam konteks tersebut Kalimantan Timur memiliki posisi sangat penting karena menjadi salah satu pusat penghasil energi dan sumber daya mineral nasional.

Bahlil Disebut Berada di Garis Depan Tata Kelola ESDM

Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral agar lebih berkeadilan.

Ia menilai berbagai langkah pemerintah, termasuk legalisasi sumur rakyat, peningkatan produksi energi nasional, hingga penguatan hilirisasi, merupakan bagian dari upaya agar kekayaan alam Indonesia memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Bahlil Lahadalia sedang berada di garis depan untuk memastikan amanah Pasal 33 UUD 1945 berjalan. Atas perintah Presiden Prabowo, beliau berjuang agar seluruh sumber energi dan sumber daya mineral dapat dikelola secara lebih adil, lebih produktif, dan hasilnya kembali kepada rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Golkar dan Gerindra Disebut Solid Dukung Presiden Prabowo

Arief yang juga Wakil Ketua Umum AMPI turut menyinggung pentingnya soliditas politik nasional dalam mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurutnya, hubungan erat antara Partai Gerindra dan Partai Golkar yang semakin kokoh dalam semangat koalisi permanen menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Soliditas Partai Gerindra dan Partai Golkar sebagai koalisi permanen merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Stabilitas politik yang kuat akan mempercepat pelaksanaan agenda-agenda strategis bangsa, termasuk kedaulatan energi, hilirisasi industri, pembangunan IKN, dan pemerataan kesejahteraan di seluruh daerah,” jelasnya.

Ajak Kader HMI dan Anak Muda Kaltim Ambil Peran

Menutup pernyataannya, Arief mengajak kader HMI dan seluruh generasi muda Kalimantan Timur untuk mengambil bagian dalam perjuangan kebangsaan melalui berbagai bidang pengabdian.

“Sejarah selalu ditentukan oleh mereka yang berani mengambil peran. Saya mengajak orang muda Kaltim untuk keluar dari bangku penonton. Saatnya menjadi pemain politik, pemain pembangunan, dan pemain peradaban demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.” tegas Arief.

Ia berharap anak muda Kaltim tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan besar yang sedang berlangsung, tetapi mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah dan nasional.

Akademisi Unmul Bersama Baharuddin Demmu Kupas Tuntas Perda Nomor 5 Tahun 2024
Akademisi Unmul Bersama Baharuddin Demmu Kupas Tuntas Perda Nomor 5 Tahun 2024
Literasi Politik Jadi Sorotan, Baharuddin Demmu Gaungkan Demokrasi Berkualitas di Kukar
Literasi Politik Jadi Sorotan, Baharuddin Demmu Gaungkan Demokrasi Berkualitas di Kukar