Admin Madanika
Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.
Haris Azhar menyebut sidang adat Toraja terhadap Pandji Pragiwaksono sebagai proses otentik yang mengedepankan dialog dan pemulihan sosial.
MADANIKA.ID Tana Toraja – Kuasa hukum Pandji Pragiwaksono, Haris Azhar, menilai sidang adat yang dijalani kliennya di Toraja sebagai proses yang otentik dan mengedepankan dialog. Sidang tersebut difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan melibatkan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.
Menurut Haris, kehadiran Pandji bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari kesediaan untuk mendengarkan langsung masukan dari masyarakat adat yang terdampak polemik materi stand-up comedy yang disampaikan sebelumnya.
“Saya ingin menambahkan saja beberapa hal. Satu bahwa proses ini sangat otentik sekali. Artinya Panji yang dia punya dua dunia ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Amerika, bisa sampai di Tanah Toraja ini. Tidak hanya dengan tiba dan menikmati, tapi Panji juga mendengarkan dari 32 wilayah adat, tadi ada 13 masukan yang saya yakin Panji kupingnya dibuka lebar-lebar, tapi bukan hanya kupingnya, tetapi hati dan pikirannya mencoba menyatu dengan masukan-masukan tersebut, manis maupun pahit.”
Haris menekankan bahwa mekanisme adat yang ditempuh menunjukkan kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan melalui nilai dan tradisi yang mereka pegang teguh.
“Saya pikir ini satu proses perbedaan yang luar biasa, dan sudah pasti kami terima kasih karena dokumentasi Anda semua akan jadi bukti ke depan dan pembelajaran di tempat lain di waktu yang lain, atau bahkan jika ada masalah lain, beginilah cara warga menyelesaikan masalah.”
Ia berharap proses tersebut menjadi pembelajaran bersama dan tidak berhenti sebagai peristiwa sesaat.
“Mudah-mudahan proses hari ini tidak selesai di sore ini, tapi dia menjadi catatan buat kita belajar bersama menyelesaikan persoalan ke depan.”
Menurut Haris, pendekatan dialog seperti ini memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan dapat dikelola secara beradab dan konstruktif.
“Kita juga percaya bahwa stand-up comedy adalah satu kultur baru yang sedang berkembang di masyarakat. Maka cara-cara seperti ini, cara-cara dialog seperti ini, dia akan membangun kepercayaan, keterikatan, lebih belajar di antara warga yang sangat beradab.”
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pesan keberagaman menjadi inti dari forum tersebut.
“Keberagaman adalah salah satu pesan yang tadi diucapkan, disinggung berkali-kali di banyak para tokoh adat yang ada di sini. Saya pikir demikian. Terima kasih banyak.”
Sidang adat Toraja terhadap Pandji Pragiwaksono menjadi sorotan karena menampilkan mekanisme penyelesaian berbasis hukum adat yang menekankan pemulihan relasi sosial dibandingkan pendekatan penghukuman semata.
Ikuti Kami