Admin Madanika
Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.
BMKG Samarinda memprakirakan curah hujan kategori menengah hingga tinggi di Kalimantan Timur periode 11–20 Februari 2026 dengan peluang hujan di atas 80 persen.
MADANIKA.ID Samarinda — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11–20 Februari 2026. Secara umum, wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dengan peluang hujan tinggi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah diperkirakan akan mengalami curah hujan kategori menengah berkisar antara 50–150 milimeter dengan peluang hujan lebih dari 80 persen.
Meski dominan berada pada kategori menengah, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah mengalami intensitas hujan lebih tinggi. Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara serta Kabupaten Mahakam Ulu diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni antara 150–300 milimeter dengan peluang hujan lebih dari 50 persen.
“Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diperkirakan masih didominasi oleh curah hujan kategori menengah,” ujar Riza di Samarinda, Rabu (11/2/2026).
Selain intensitas curah hujan, BMKG juga memaparkan sifat hujan di wilayah Kalimantan Timur yang secara umum diprediksi berada pada kategori atas normal dengan persentase antara 116 hingga 200 persen.
Namun, beberapa wilayah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, serta Kota Bontang, Samarinda, dan Balikpapan diprakirakan mengalami sifat hujan kategori normal dengan kisaran 85–115 persen.
Berdasarkan pembaruan data hingga 10 Februari 2026, BMKG mencatat wilayah Kalimantan Timur masih mengalami hari hujan yang cukup sering dengan periode hari tanpa hujan tergolong sangat pendek, yakni hanya sekitar 1 hingga 5 hari.
Kondisi tersebut menunjukkan potensi hujan masih tinggi dalam periode prakiraan mendatang, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca seperti genangan air maupun potensi banjir di wilayah rawan.
Ikuti Kami