__temp__ __location__
Semakmur Banner
`
Pemprov Kaltim dan LPEI Perkuat Sinergi Dorong Ekspor Daerah Lewat Program CPNE dan Desa Devisa

Pemprov Kaltim dan LPEI Perkuat Sinergi Dorong Ekspor Daerah Lewat Program CPNE dan Desa Devisa

Pemprov Kaltim bersama LPEI memperkuat sinergi meningkatkan ekspor daerah melalui program CPNE dan Desa Devisa untuk mencetak eksportir baru berbasis UMKM.

MADANIKA.ID Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkuat sinergi strategis untuk mendorong peningkatan ekspor daerah melalui program Coaching Program for New Exporters (CPNE) dan Desa Devisa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi ekonomi menuju penguatan sektor non-migas berbasis nilai tambah.

Kegiatan sosialisasi kerja sama antara LPEI dan Pemprov Kaltim digelar secara hybrid (luring dan daring) di Lantai 3 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (13/2/2026). Acara dihadiri perwakilan perangkat daerah kabupaten/kota se-Kaltim, asosiasi pengusaha, Export Center Balikpapan, serta pelaku usaha berorientasi ekspor.

Kolaborasi Strategis Dorong Transformasi Ekonomi

Kepala DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan ekspor.

“Pada intinya judul kegiatan hari ini adalah sosialisasi nota kesepahaman antara Pemerintah Kaltim dengan LPEI,” ujarnya.

Menurut Heni, peningkatan ekspor membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja.

“Tugas untuk mendorong dan mengoptimalkan peningkatan ekspor Kaltim tidak bisa kita lakukan parsial. Pada intinya peningkatan ekspor adalah bentuk kerja sama kita bersama,” tambahnya.

Upaya ini juga selaras dengan visi pembangunan daerah yang menekankan transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sumber daya tidak terbarukan menuju sektor hilirisasi dan ekonomi berkelanjutan.

Peran Strategis LPEI dalam Penguatan Ekspor

LPEI atau Indonesia Eximbank merupakan lembaga keuangan khusus milik pemerintah yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009. Lembaga ini memiliki mandat untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta layanan konsultasi bagi pelaku usaha.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, LPEI memaparkan berbagai program unggulan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di Kalimantan Timur, baik dari sisi pembiayaan maupun penguatan kapasitas ekspor.

Program CPNE: Cetak Eksportir Baru

Salah satu program utama yang diperkenalkan adalah Coaching Program for New Exporters (CPNE), yakni program capacity building bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar ekspor.

Program ini terdiri dari beberapa tahapan kurasi berdasarkan kesiapan usaha, yaitu:

  • UKM Potensial Ekspor

  • UKM Siap Ekspor

  • UKM Mahir Ekspor

Output utama CPNE adalah terciptanya eksportir baru melalui pengembangan pelaku usaha, produk, maupun pasar ekspor baru.

Hingga Desember 2025, LPEI mencatat lebih dari 7.053 mitra binaan dengan total 1.654 eksportir baru secara nasional.

Desa Devisa: Model Penguatan Ekspor Berbasis Komunitas

Selain CPNE, LPEI juga memperkenalkan program Desa Devisa, yakni pengembangan ekspor berbasis klaster komunitas seperti petani, pengrajin, koperasi, dan UMKM.

Program ini mencakup:

  • Penguatan kelembagaan

  • Pelatihan teknis produksi

  • Pendampingan sertifikasi

  • Perluasan akses pasar

  • Bantuan sarana produksi

  • Pendampingan sosial dan lingkungan

Secara nasional, hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 2.328 Desa Devisa telah dibina.

Di Kalimantan Timur, sektor perikanan, kelapa dan turunannya, produk kayu, kakao, kopi, serta makanan dan minuman dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui skema ini.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Desa

Heni Purwaningsih juga mengajak pemerintah desa serta pemangku kepentingan untuk aktif memetakan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

“Kami juga mengajak pengampu pemerintah desa dan masyarakat desa untuk berdiskusi meningkatkan ekspor di desa demi peningkatan kesejahteraan desa,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perhutanan sosial juga memiliki peluang besar sebagai bagian dari peningkatan ekspor non-migas dan non-batubara Kalimantan Timur.

Kegiatan ini turut melibatkan asosiasi seperti KADIN, APINDO, ISWA, dan GPEI yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam agregasi komoditas serta perluasan akses pasar internasional.

Arah Kebijakan Ekspor Kaltim ke Depan

Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk:

  • Menguatkan basis ekspor non-migas

  • Mendorong hilirisasi produk unggulan daerah

  • Menciptakan eksportir baru berbasis UMKM dan desa

  • Mengintegrasikan pembiayaan dan pendampingan pasar

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, LPEI, asosiasi, dan pelaku usaha, Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi menuju model pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berbasis nilai tambah ekspor.

SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
Isu Penghapusan Benkeu 2027 Mencuat, Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tidak Mengosongkan
Isu Penghapusan Benkeu 2027 Mencuat, Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tidak Mengosongkan
Admin Madanika
Admin Madanika

Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.