HNSI Berau tekankan pentingnya literasi digital bagi nelayan di era perizinan online.
Ketua HNSI Berau: Tantangan Kita Bukan Sistem Online, tapi Literasi Digital Nelayan
Ketua HNSI Berau, Suriadi Marzuki, menilai sistem perizinan kapal online sangat membantu nelayan, namun tantangan terbesar masih ada pada literasi digital nelayan Berau.
MADANIKA.ID, BERAU – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Berau, Suriadi Marzuki, menilai sistem perizinan kapal perikanan berbasis online sebenarnya sangat membantu nelayan. Namun, ia mengakui masih banyak nelayan yang belum memahami cara mengurus perizinan secara digital karena keterbatasan kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).
Dalam wawancara, Suriadi mengungkapkan bahwa sebagian besar nelayan di Berau selama ini tidak terlibat langsung dalam proses pengurusan izin. Mereka lebih banyak menyerahkan urusan administrasi kepada pihak ketiga atau agen perizinan.
“Kalo berbicara tentang pemahaman nelayan Berau soal persyaratan dan perizinan saat ini, kami anggap itu, hampir secara keseluruhan itu, tidak begitu memahami karena selama ini perizinan ini dilimpahkan atau dipercayakan kepada agen atau pihak ketiga, sehingga hampir seluruh nelayan kita itu, tidak terlibat langsung, walaupun ada beberapa yang memang melakukan pendaftaran secara online, itupun dibantu oleh orang yang mengerti IT,” jelasnya.
Suriadi menyebut bahwa kendala utama nelayan dalam mengurus perizinan kapal adalah keterbatasan pemahaman teknologi. Karena itu, kegiatan sosialisasi yang diadakan Dinas Perikanan Berau sangat membantu mereka untuk belajar langsung cara mengurus izin secara mandiri.
“Kendala yang dihadapi nelayan kita dalam mengurus perizinan kapal itu, mereka tidak paham atau tidak terlalu mengerti yang namanya IT, makanya dengan adanya sosialisasi kemarin diajarkan bagaimana cara buat akun, bagaimana mendaftar, bagaimana menyiapkan dokumen dokumen yang dibutuhkan, karena begitu banyak berkas dan dokumen diperlukan dalam setiap mengupload atau persyaratan yang diminta,” tuturnya.
Meskipun demikian, Suriadi menegaskan bahwa sistem perizinan online justru membawa kemudahan dibandingkan cara manual seperti dulu. Ia menyebut, waktu dan tenaga nelayan kini bisa lebih efisien jika mereka sudah memahami mekanisme unggah dokumen dan pendaftaran kapal secara digital.
“Kalo berbicara perizinan yang berbasis online itu sangat membantu nelayan kita, kalo dibayangkan dulu masih harus manual dengan fisik, itu berapa lama prosesnya, harus mengirim ke pusat, belum lagi itu mengawal bagaimana perkembangan selanjutnya itu sangat rumit malah,” ujarnya.
“Justru dengan adanya secara digital dan lain-lain sangat membantu, tinggal ya, kesigapan kita memahami dokumen dokumen apa aja yang diperlukan, karena sebelum mengupload itu banyak hal yang kita harus siapkan sebagai pemilik kapal,” sambungnya.
Suriadi berharap, pelatihan dan sosialisasi seperti ini terus dilakukan secara berkala agar nelayan Berau semakin terbiasa menggunakan sistem digital dan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga dalam pengurusan izin kapal perikanan.
“Sosialisasi kemarin sangat luar biasa, itu bentuk kepedulian daripada pemerintah Kabupaten Berau dan Dinas Perikanan Kabupaten Berau, kepedulian dari kementerian dengan sudah hadir sehingga mengetahui secara persis permasalahan yang dihadapi oleh nelayan kita di Kabupaten Berau,” tutupnya.
Ikuti Kami