__temp__ __location__
Semakmur Banner
`
Inflasi Kalimantan Timur Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Samarinda Alami Tekanan Harga Tertinggi

Inflasi Kalimantan Timur Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Samarinda Alami Tekanan Harga Tertinggi

Inflasi Kalimantan Timur Januari 2026 mencapai 3,76 persen. Samarinda tertinggi 4,33 persen, didorong kenaikan harga listrik dan perumahan.

MADANIKA.ID Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur melaporkan bahwa inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 mencapai 3,76 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,84. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari seluruh wilayah pemantauan, Kota Samarinda mencatat inflasi tertinggi di Kalimantan Timur dengan angka 4,33 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,75 persen, menandakan adanya disparitas tekanan harga antarwilayah di provinsi tersebut.

Secara struktural, inflasi tahunan Kalimantan Timur didorong oleh kenaikan harga pada mayoritas kelompok pengeluaran rumah tangga. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi kontributor utama dengan inflasi mencapai 10,06 persen, sekaligus memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y. Kenaikan tarif listrik tercatat sebagai komoditas paling dominan dalam mendorong tekanan harga, diikuti oleh biaya sewa rumah dan jasa terkait perumahan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya beban pengeluaran tetap rumah tangga, khususnya di wilayah perkotaan.

Selain sektor perumahan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi paling tinggi secara persentase, yakni 15,91 persen, dengan emas perhiasan menjadi penyumbang utama. Kenaikan harga emas tidak hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan harga antara lain makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,74 persen, pendidikan sebesar 2,46 persen, serta transportasi sebesar 0,70 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh sektor mengalami kenaikan harga. Beberapa kelompok pengeluaran justru mencatat deflasi secara tahunan, seperti pakaian dan alas kaki yang turun 1,01 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,37 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen. Penurunan harga pada kelompok-kelompok ini berperan sebagai penahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.

Sementara itu, secara bulanan, inflasi Kalimantan Timur relatif terkendali. BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 sebesar 0,04 persen, demikian pula inflasi year to date (y-to-d) yang berada di angka 0,04 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan harga secara tahunan cukup kuat, stabilitas harga dalam jangka pendek masih terjaga pada awal tahun.

Dengan tren inflasi yang kembali meningkat dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar 0,21 persen, kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk memperkuat pengendalian harga, khususnya pada sektor-sektor kebutuhan dasar. Stabilitas pasokan, pengawasan harga energi, serta perlindungan daya beli masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi Kalimantan Timur di tengah dinamika awal tahun 2026.

SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
Isu Penghapusan Benkeu 2027 Mencuat, Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tidak Mengosongkan
Isu Penghapusan Benkeu 2027 Mencuat, Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tidak Mengosongkan
Admin Madanika
Admin Madanika

Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.